Bagaimana cara kerja filter osmosis terbalik?

Cara terbaik untuk memahami cara kerja RO adalah dengan memahami konsep osmosis terlebih dahulu. Osmosis adalah proses alami mengalirkan air melalui membran semipermeabel. Proses ini memaksa air berpindah dari daerah dengan konsentrasi rendah ke daerah dengan konsentrasi tinggi. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana tanaman menyerap air. Namun, dalam osmosis terbalik, yang terjadi justru sebaliknya. Air dipaksa berpindah ke konsentrasi rendah, alih-alih konsentrasi tinggi, karena membran RO mencegah kontaminan melewatinya.

Sistem filter osmosis terbalik lebih efektif dalam menghilangkan padatan terlarut, partikel, dan pelarut dibandingkan metode filtrasi lainnya karena tekanan yang diberikan dan sifat selektif membrannya. Sistem ini menggunakan teknik membran semipermeabel yang dipadukan dengan serangkaian filter karbon. Filter-filter ini diklasifikasikan sebagai pra-filter atau pasca-filter, tergantung pada tahapannya dalam proses filtrasi. Air dengan konsentrasi kontaminan terendah disebut permeat, sedangkan air dengan konsentrasi tertinggi disebut air garam atau limbah.

Tahapan sistem RO

Sistem RO pada umumnya memiliki satu hingga lima tahap filtrasi. Sistem yang paling umum adalah sistem RO tiga, empat, atau lima tahap. Sesuai perkiraan, osmosis balik 5 tahap memberikan tingkat pemurnian air tertinggi dengan memasukkan kembali mineral-mineral penting pada tahap kelima. Semua sistem osmosis balik beroperasi dengan prinsip dasar yang sama, yaitu satu atau lebih filter sedimen, filter karbon, dan membran RO.

Tahap 1 – Filter sedimen

Ini biasanya merupakan tahap pertama (pra-filter) dalam proses filtrasi RO. Tahap ini memisahkan kontaminan yang terlihat seperti lumpur, puing, kotoran, debu, dan sedimen lainnya dari air yang berasal dari sumber air (misalnya sumur atau keran).

Tahap 2 / 3 – Filter pra-karbon dan membran RO

Filter karbon dan membran RO berfungsi untuk menghilangkan klorin, Senyawa Organik Volatil (VOC), dan pengotor lain yang dapat memengaruhi warna atau bau air. Tahapan ini meliputi filter karbon pra-aktif, membran RO, dan filter karbon aktif.

Tahap ke-4 – Membran semipermeabel

Pada tahap ini, zat kimia berbahaya (seperti fluorida, timbal, dan kromium) serta unsur-unsur lain dihilangkan lebih lanjut saat air dipaksa melewati membran RO semipermeabel. Tahap ini menghilangkan sekitar 95 hingga 98% Total Garam Terlarut (TDS) dalam air.

Tahap ke-5 – Pasca filtrasi

Di sini, air melewati membran penyaringan akhir yang menyaring partikel-partikel yang mungkin lolos dari semua tahap penyaringan lainnya. Kebanyakan sistem RO 5 tahap menggunakan proses remineralisasi untuk menambahkan kembali mineral-mineral penting yang mungkin telah tersaring ke dalam air pada tahap ini. Pada tahap ke-5, filter air RO kami menggunakan filter karbon aktif granular dengan campuran karbon unik yang berasal dari tempurung kelapa yang dibakar.

Tahap ke-6 – Peningkatan filtrasi alkali

Air yang dihasilkan pada tahap ke-5 proses RO murni, sehat, dan aman untuk diminum. Namun, beberapa filter RO menyertakan tahap keenam untuk remineralisasi dan alkalinisasi. Karena proses RO dianggap telah menghilangkan mineral tertentu dari air, tahap ke-6 disertakan untuk menambahkan kembali mineral esensial sekaligus mengurangi keasaman air agar menjadi basa. Air alkali memiliki banyak manfaat, termasuk meningkatkan hidrasi dan sifat antioksidan.


Waktu posting: 22 Mei 2022

HUBUNGI KAMI UNTUK SAMPEL GRATIS

Untuk pertanyaan seputar produk atau daftar harga kami, silakan tinggalkan email Anda kepada kami dan kami akan segera menghubungi Anda dalam waktu 24 jam.
tanyakan sekarang